Langsung ke konten utama

Postingan

Kebenaran tentang selamanya 

"Menunggu, berapa lama selamanya?" Aku bertanya.  "Tergantung" jawabnya.  Kadang seumur hidup, Kadang satu dekade, Kadang beberapa bulan dan kadang hanya dalam sekejap. bagaimanapun aku katakan ingin selamanya saat itu juga tergantung tentang bagaimana kamu menghargainya.

Tersembunyi

Berlabuh diri di hadapan tanggul dan jurang Jauh dari  tentang dirinya saat dini  hari mulai ku persembahkan luapan gumam kata-perkata kepada tuan dan puan dirumah. Berjalan jauh pada poros takdir hingga sampai saat ini berdiri di ujung jembatan yang telah dibuat, dirangkai dan diikat sekian rupa. Ki ni apa daya tujuannya mulai tumpu bukan menepi tapi memutuskan untuk tidak saling beriringan.   Saat puan jatuh tertimpa atap sampai-sampai serangkai 2 saudara pun merasa tertimpa pula. Terisak tangis hingga malam tiba dan sesampainya di ujung jembatan yang Tuan sengaja rapuhkan, dan sengaja kau rusakan juga. Hingga kini apa 2 serangkai itu harus memihak salah satunya ? M ari lihat seperti apa ringkih tangisan yang amat lama dan begitu hebat.  Bagiku, hanya seorang anak yang merasa ingin membuka lebar haknya begitu  melerai sebuah perdebatan di tengah kekacauan. Saat masih dini hari, ba hkan ku sisipkan nasihatku untuknya. Haruskah berpuluhan tahun terus sepert...

Ribuan Nalar

Episode 8 -  Jua, hamba tak memelas di puja. Terbelalak, tanpa disadari secara berlebihan hadir hingga merasa berada di fase yang menantang, satu sudut nampak orang-orang mengakui pengenalan akan pasangan adalah proses seumur hidup.  Padahal luka batinnya mengendap seumur hidup. Aku sibuk berusaha untuk bertahan, kamu sibuk berusaha untuk meninggalkannya.  Entah orang mau berkata apa. Perasaan, rindu, kehilangan dan perlahan-lahan melebur hingga di sudut pandang t anpa rasa resah kembali aku tegakkan prinsip meski merasa kehilangan arah dan tujuan hingga kelelahan mengejar jati diri. Selain segelintir p erumpamaan prinsip yang membingungkan memang aku sadari bagiku ini terlihat menjijikan atau terlihat menarik,  Lebih baik aku menangis daripada membuat orang lain menangis, aku sudah sering terluka tapi aku bangga karna tidak pernah menyakiti orang lain . Setelah dipikir kembali, bukannya tidak pernah menyakiti terkadang diri sendiri tidak menyadari sudah menyakiti at...

Nyonya bisu

Terpaku diantara roda hasrat Segala sesuatu mesti diingat dan kini  bukan saatnya untuk memikirkan ulang kisah antara hidup untuk mengenang sesuatu atau hidup terbebas dari sesuatu itu (suara masalalu). Bertanya dengan perasaan ragu akankah setelah rela memilih merubah kesenangan berjalan satu arah dapat menidurkan mimpi buruk dalam hidupku lalu hidup layaknya terlahir bersih ? Tergagah berlalu sambil menutup telinga, ku ikuti suara waktu tak lama, berlari terlalu cepat jua. Apa pilihannya juga mati agar tak disangka insan yang tak terarah ? bersyukur untuk sabar,  Aku pun belajar sabar untuk membiasakan diri dan memahami sesuatu yang seharusnya aku banggakan dan aku lakukan tentang segala rasa harap, rasa cemas, rasa bersama tanpa ada rasa yang tiba-tiba hilang. jika takdir mengganjal juga terhenti oleh sebuah ikatan hampa, bukan berarti aku yang perlu mencari apa itu, namun siapa yang telah menghilangkan rasa itu. Masalah perasaan tergolong sedang, bukan kah itu pengalihan ?...

Pada Ibu sosok Kartini di bumi dalam relung hati

(source pinterest : rommel) #KARTINIDAYS Bercerita anak sulung terlahir dari seorang Ibu bersimpul remah kasih, remah bahasa, remah rasa. Tak cukup definisi yang dapat menerangkan tentangnya. Dari lubuk hati terdalam agar segala perjalanan dan proses kebenaran, arti kehidupan, prioritas kewajiban dari yang dirasa amat banyak yang terjadi menjadi wujud cepatnya waktu berlalu. Kaleidoskop jadi saksinya dari memori setiap sudut rumah. mendidik dengan banyak cara, namun yang teringat seringnya dilakukan olehnya dengan melihat karakter dari buah hatinya sendiri sepeti apa, tentu mungkin solusi yang paling bisa ditekankan ialah dengan cara paksaan atau dengan memaksa. Namun, dengan bentuk caranya yang berbeda itulah ciri karakter didikannya. Adapun kalimat responsif sebagai penyempurna untuk menekankan didikan yang saat ini aku sendiri alami. Baik buruknya mesti ditelan, tidak memungkiri dirinya sebagai seorang pendidik pastinya mengerti bagaimana mendidik dengan sebaik mungkin. Ajakan dari ...

Angan Berjatuhan

Untuk teman selekat layaknya saudara,  yang masih selalu ada disetiap cerita serta tentang waktunya yang aku rasa dan kamu rasa juga dalam keadaan apapun.  Terimakasih untuk apapun yang sudah kamu lakukan untuk aku.  Terimakasih untuk menyempatkan waktu mendengar setiap kisah sedih  walaupun kadang sesaat.  menjadikan tempat menyimpan rasa kesah, kepercayaan, sampai disaat sama-sama merasa di titik terendah. Sempat merasa sedih meski tidak berdekatan, semuanya masalah waktu dan jarak saja.  namun kali ini yang paling aku hargai yaitu bisa mengerti. Barangkali apa yang telah datang pekan hari, hingga hari ini karena memahami bentuk kasih perlu pemahaman waktu.  Walaupun jauh, walaupun jatuh, bahkan andaikan bukit menjulang hingga kelangit dan samudra meluas tanpa batas.  Jika aku ataupun dia harus datang dengan merangkak dan berenang maka akan tetap datang. Begitulah tuhan bercerita melalui takdir yang tulus untuk hamba-Nya yang selalu mengasi...

Rongak

  Dersik (Mendekap tangan pada tuhan di kesunyian batin) Bercerita tentang seorang wanita yang berjalan dengan tenang, diantara lebatnya dedaunan sepanjang jalan dan derasnya hujan bagai badai. Ada kala hujan yang bersambutan dengan petir, tika hujan bersorak diatas angin menghampiri. Mendung nampak menggerutu Lalu lalang burung-burung menuju persembunyian batang pohon lagu terguyur sampai merunduk, kini dibiarkan saja Sampai-sampai, tiada rumpangnya ia berjalan bersambung angin yang kencang Namun terdengar sorak orang yang berjalan terkesok-kesok (Bagai disembur satu golang air kala ditengah derasnya hujan) Perlukah jawaban dari suara dirinya, mengapa enggan melambaikan jari-jemari untuk meminta sebuah payung atau niat berteduh ? Nyatanya ia berupaya menengadahkan tangan tuk berdoa dalam tenang Membisikkan harapannya pada tuhan “....tuhan dengarlah ampunan dosaku gantilah dengan doaku, sebagaimana aku menginginkan harapan yang amat banyak sederas hujan yang bersambut gemerlap peti...